Berada di perempatan Fatmawati sungguh membuat aku semakin galau. Kulirik sebuah rumah sakit tempatku pernah melepaskan penat dan mendapatkan uang.
"Lampu merah ya?"
"Huuh, mana panas!"
Pak polisi menatapku tajam, aduh! jangan ketahuan dooong, enggak begitu parah kan yang seperti ini?
"Hey!" suaramu cukup nyaring dan mengagetkan, lampu merahnya lama bener.
![]() |
Lihat dari sini |
"Hm..." aku menjawab dengan hembusan.
"Ke Bogor yuks"
"Ayoook, beneran apa boongan niiich?"
Braaaak!!!
Motorku ditabrak dari belakang, gawat...aku harus marah atau jaim? Tidak terlalu kencang sich? Pak Polisi cuma berdiri saja, huuuu!
"Ups!" lagi-lagi kamu mengagetkanku.
"Bentar ya?" kataku.
"Celaka!!!" aku baru sadar motor ini, motor Rika yang aku pinjam, rusak enggak ya? aku menengok ke bamper belakang dan... D 6143 UG, itu pelat motor yang aku kenal. Lampu hijau menyala, namun polisi masih menghentikan kendaraan dari arah Pondok labu.
Mata dari helm full face itupun terbelalak, ketika aku menatap ke arahnya.
"Wow, baru pulang? ketahuan dech surprise-nya!"suara dari penabrak motor di belakangku.
"huuu...nyebelin, kapan dari Bandung? pake acara nabrakin motor pula!"
Aku menepikan motorku, Kamu mengikuti.
"Hm...earphone-nya warna merah nich?" kamu mengambil earphone dari balik helmku yang barusan mengeluarkan suaramu.
"Maaf ya, bukan earphone darimu, abis aku lagi pake baju merah sich!" aku mengedip mesra, ternyata aku ditabrak oleh pacarku sendiri yang dari tadi telepon-teleponan di jalanan.
Mungkin saya lagi lemot. Tapi beneran saya bingung endingnya.. :(
*CELINGUKAN*
Kalimat ini lho Mbak yang bikin aku bingung waktu baca pertama tadi: "kamu mengambil earphone dari balik helmku yang barusan mengeluarkan suaramu."
tapi, ooooohhh akhirnya aku bisa nebak: jadi "kamu" di sini maksudnya Dimas, pacarnya si "aku"? yang dari tadi ditelpon ternyata di belakangnya? bener gitu ya?? *nodong
bingung di awal, akhirnya paham karena earphone... :D
Hmm D 6143 UG itu pelat nomor siapa ya mbak? Dimas kah?
*garuk-garuk kepala.. bingung
hai salam kenal yaa
Pak polisi menatap tajam, pelanggarannya apa ya? Nelpon di atas kendaraan?
Butuh waktu untuk mencerna ceritanya Mbak Astin, tapi mulai ngerti pas kalimat2 akhir. Kesimpulannya sama dengan mbak Diah :)
hihiiiii, aku juga enggak tahu, kenapa kok pada bingung ya? iyaaaa...apa aku mengelabui pembaca? enggak juga kan? Maapkeeeun
Mba Helda : Makasih ya, akhirnya mulai ngerti, kesimpulannya Mba Diah...top bgt daaach
Matris : Ada kan pasal tidak boleh menggunakan hape ketika berkendara? tapi klo pake earphone boleh kan? upss...Mba DP Wahyuni : betul, kuncinya mang earphone...
Mba rini : heee
iyya, musti dibaca berkali2 dulu :)
Hai mbak Astin...... oke aku dah baca yah tulisannya....bisa di perjelas ya mak endingnya.. wkwkkw..sama mak aku juga baru belajar... semangat ya menulisnya ... :)
maaf mbak astin, aku nggak ngerti jalan cerita ini FF :)
Baru ngerti setelah baca tiga kali :D... ealahhhh
lg tilipunan di atas mtr maksud na? coba kalo ditilang pak pol ganteng, mau aku
ooo lagi telponan trus ditabrak? :))))
Ide ceritanya kocak juga. :)
Tapi saya ga nyaman dengan narasinya. Membuat saya harus membaca lebih dari sekali dan mengerutkan dahi.
Cerita ini kan pake narasi dari POV (point of view) orang pertama. Nah, saya ga nyaman membacanya, karena POV orang keduanya pake kata "kamu". Lalu tiba-tiba berubah jadi "Dimas", kemudian tiba-tiba di endingnya berubah lagi jadi "pacarku".
Terjadi inkonsistensi yang saya ga tahu urgensinya dan bertujuan untuk apa.
Perubahan sebutan untuk POV orang kedua seperti itu saya rasa tak perlu. Malah membuat narasinya menjadi membingungkan. Akhirnya esensi cerita ini sulit ditangkap.
Just my opinion, hehe
Kalau saya salah tangkap posisi POV masing-masing tokohnya mohon dikoreksi :D
iya nih, ceritanya seru tapi agak mbingungi. kalo ga baca komen yang udah paham aku juga mungkin ga akan pernah ngerti :)))
Sudah aku ganti PoVnya, heheee...sering gini daaach, suka-suka nulisnya *terima kasih ya masukkannya *elagi-lagi pada bingung, so sooorrry.
Makasih masukkannya,