Aku biarkan imaginasiku bernostalgia dengan radio renta milik nenekku, ketika kamu datang, mengusap rambutku dan menghidangkan sepiring nasi goreng dengan senyum manismu. Aku ketagihan nasi gorengmu dan aku mencintai kamu melebihi apapun.
![]() |
Dok. Pribadi (Dapur Astata) |
"Terima kasih"
Saatnya untuk menyantap gelora asmara yang lama tak berjumpa dengannya, ketika aku sibuk memikirkan persiapan pernikahanku dengan Rena. Rena masih berharap aku menjadi suami yang setia untuknya, setia, cinta atau tubuhku, entahlah.
Aku meminta air untuk mengalirkan dahagaku yang kian berkecamuk ketika menatap wajahnya dengan peluh dan derai nafas yang begitu menggebu. Kerja keras untukmu memberiku cinta yang teramat sangat.
Rena, cantik aku menyukai tawa dan ceritanya yang membuat aku tersadar, aku butuh Rena untuk kujadikan istri diusia tiga puluh ini.
"Masih bagus ya?"
"Iya, dirawat dengan baik, karena kaos ini pemberianmu, dan dipakai ketika kamu ada"
Aku menarik nafas, bibir yang pernah kuciumi itu semakin merekah, merahnya sangat alami, tapi aku tak pernah jemu mengeja satu demi satu kemanjaanku kepadamu.
"Beberapa hari lagi aku menikah"
"Pasti deg-degan ya?"
"Lebih deg-degan ketika pulang ke rumah ini"
"Rena cantik"
Aku berjalan ke arah rak piring, ketika piring-piring itu menjadi santapanmu. Kegusaran dan peluhmu terlihat jelas. Aku lebih gusar menghadapi rasa cintaku kepada kamu.
"Jangan, besok kamu mau menikah"
"Tapi cintaku hanya kepadamu"
"Rena yang kamu cintai"
"Tubuhku untuk Rena, tapi cintaku untuk kamu"
Aku memeluk tubuhmu, yang berusia sama denganku, meskipun tubuhmu penuh keringat setelah membereskan rumah nenekku, namun aku tetap mencintai kamu sama seperti ketika aku lulus sekolah dasar. Mencintai teman SD yang sekarang menjadi pembantu di rumah nenekku.
wahh, jatuh cinta sama temen sendiri yaa
Iyaah tapi di endingnya itu lhoh...
Mba Astin, kalo ga salah nangkap nih, paragraf awal, tentang 'aku dan kamu', nah di selanjutnya mulai dengan dia [orang ketiga tunggal], begitu juga seterusnya. Sedikit saran nih jika asumsiku benar lho, paragraf awalnya disesuaikan, agar sinkron? Orang kedua [kamu] diubah ke org ketiga tunggal [dia/nya]? :)
ceritanya bagus lho.
saya agak bingung pada awalnya, tapi ending menjelaskan semuanya :)
Mba alaika...iya ya, wah gak jeli aku...coba aku edit lagi
keren mbak,
andelan shocking ending nih :)
waaaah... trus adegannya gimana ini kok ndak dilanjutkan......
CLSB ceritanya :) Cinta Lama Selalu Bersemi
waahhh... ceritanya... endingnya... (y)
Bunda Lahfy : ini aku coba nulis Flash Fiction, makasih ya Bun dah mampir
Mba Helda : Selalu Bersemi, tapi takut tidak direstui, jadi ya melabuhkan ke yang lain. Kita tidak tahu kepada siapa kita jatuh cinta, idenya itu
Dilanjutkan Mba Latree, pada prompt berikutnya, ahihiii
hais....berarti mereka sudah punya hubungan ya mak? lakon sama pembantunya itu...hihi, jadi pingin nasgor nih...
mbak latree gemes buahahaahahaha :)))) mak Astin, prinsip2 pemakaian tanda bacanya kok belum bener yah :( bisa dicubit ama Mak Guru itu nanti :P
eh nasi gorengnya mengundang :D
Mba Carra, ini bikin sebelum ikut kursus, ihr...gemes? iyaaah
weh weh weeeeehhhh sama pembokat, bok! kasiannya, Rena.. dikalahin saa pembantu. huhuhu
bener2 ya, cinta memang tidak bisa memilih hohoho
Astin, bunda bacanya ngos-ngosan and dag-dig-dug kayak lagi naik speed boat. Kemana tuh tanda-bacanya mbak Astin? Hayuuu atuh dibaca and di-edit lagi deh, biar bunda bacanya bisa bernapas lega. eritanya CLBK nih yee..
Bunda sendiri belum bikin, hehe.
Yang namanya cinta tdk bisa ditahan ya.. Ehm nasi gorengnya bikin ngiler tuh :)
adduuuuhhhh...
awalnya bingung sama cerita campur nasi gorengnya, tapi lama-lama ngerti juga. sepertinya terlalu panjang di awal :)
Aaaah, karena nasi goreng si aku menyukai teman SD nya
Ahhhh...pengen dilanjutin...lagiii!! lagi..!! Lagiii!!! Heheheh